Membangun Kebiasaan Bermusyawarah untuk Never Ending Improvement

Sudah waktunya para pemimpin ataupun pejabat pemerintahan apakah pusat ataupun daerah untuk memikirkan dan segera membangun Kebiasaan Bermusyawarah di tengah-tengah masyarakat Indonesia. Meskipun Pancasila mengandung sila yang berkaitan dengan MUSYAWARAH, tetapi masyarakat Indonesia belum mempunyai Kebiasaan Bermusyawarah.

Tidaklah mungkin sebuah bangsa, ataupun bahkan dalam lingkungan yang kecil seperti Keluarga ataupun Perusahaan dapat mengalami kemajuan dari waktu ke waktu, kalau setiap anggotanya dari masyarakat tersebut selalu menimbulkan kontra produktif. Kontra produktif jelas akan menurunkan produktifitas dari masyarakat yang bersangkutan.

Continue reading

Advertisements

Satu Gagasan Membangun Kriteria Kepemimpinan Keteladanan

1. LATAR BELAKANG PEMIKIRAN

Menjelang pesta demokrasi atas pelaksanaan PEMILU 2004 (april), kita dihadapkan dengan isu politik yang banyak dibicarakan oleh orang yang resah dengan peran Kepemimpinan masa depan yang sangat menentukan arti kebangkitan Indonesia baru dalam kita memasuki melinium ketiga dalam abad 21 ini yang penuh ketidak pastian dalam menghadapi perubahan dari seluruh aspek kehidupan.

Continue reading

Daur Hidup Berbangsa dan Bernegara

1. LATAR BELAKANG

Saat ini yang sudah kita capai adalah empat kali amendemen UUD ’45 yaitu perubahan pertama disahkan 19 Oktober 1999, perubahan kedua disahkan 18 Agustus 2000, perubahan ketiga disahkan 10 November 2001 dan perubahan keempat disahkan 10 Agustus 2002. Tapi apakah bangsa dan negara ini telah tumbuh dan berkembang dengan sumber kekayaan bumi dan alam yang luar biasa dianugerahi Allah SWT.

Continue reading

Budaya Berbangsa Bernegara Indonesia

1. LATAR BELAKANG PEMIIRAN

Kita menyadari sepenuhnya perang kemerdekaan dimulai dengan Proklamasi Kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945 dan berakhir dengan pengakuan kedaulatan pada tanggal 27 Desember 1949. Namun demikian perlu kita sadari bahwa sejarah perjuangan kemerdekaan yang dimulai dari pergerakan nasional pada permulaan abad ke-20 dapat dipandang sebagai kelanjutan dari perjuangan yan sebelumnya dilaksanakan secara kedaerah-daerahan, namun terdapat pebedaan kualitatif dalam perjuangan dimana unsur modernisasi mempengaruhi pola berpikir.

Continue reading