GBHN Dalam Persfektif 2025


1. LATAR BELAKANG PEMIKIRAN

Garis Garis Besar Haluan Negara (GBHN) haruslah di pandang sebagai suatu konsep Manajemen Persfektif artinya ada sesuatu yang ingin kita ungkapkan mengenai “apa yang harus dilakukan dan mengapa, bagaimana melaksanakan, dan keinginan mau melakukan.

Rangkaian konsep tersebut merupakan kebutuhan bagi setiap pemimpin masa depan untuk menggerakkan kemampuan berpikir dalam kerangka persfektif dari hasil analisis strategis yang yang dituangkan dalam apa yang kita sebut GBHN.

Jadi GBHN dalam pandangan manajemen persfektif adalah haluan negara sebagai pedoman untuk menyusun rencana pembangunan lima tahunan berdasarkan persfektif 25 tahun kedepan dengan mendapatkan persetujuan setiap lima tahun dari MPRRI melalui DPRRI

Dengan merumuskan GBHN dalam persfektif 25 tahun akan terjadi rencana yang berkesinambungan dengan maksud dan tujuan sebagai brikut :

  • Adanya pedoman yang dapat dipergunakan untuk menyusun rencana lima tahun kedalam GBHN.
  • Terwujudnya kesinambungan dalam pembangunan berdasarkan arah yang telah ditetapkan.
  • Dalam kehidupan demokrasi bahwa kepemimpinan nasional hanya berlaku dalam dua kali jabatan, sehingga harus tetap dipertahankan dalam pencapaian tujuan pembangunan.
  • Setiap masa jabatan dalam kemimpinan nasional yang terpilih, ditetapkan ukuran-ukuran keberhasilan berdasarkan GBHN

Agar terjadi kesinambungan dalam pelaksanaan pembangunan, maka dalam merumuskan persfektif yang bertitik tolak dari pemikiran intuitif diperlukan tempat berpijak sebagai landasan yaitu :

  • Pembukaan UUD 1945, yang tercantum pada alinea keempat.
  • Memperhatikan keseluruhan pasal-pasal yang terdapat dalam UUD. beserta dengan amendemennya.
  • Memberikan fokus pada pasal 33 dan 34
  • Berpijak kepada budaya berbangsa dan negara yang perlu dirumuskan sebagai payung dalam bersikap dan berperilaku.
  • Berpijak kepada gaya kepemimpinan yang perlu dirumuskan atas kesepakatan nasional.

2. GBHN DALAM PERSFEKTIF TAHUN 2025

Dengan memperhatikan hal-hal yang diuraikan diatas, maka GBHN dalam persfektif 25 tahun diperlukan kejelasan suatu pernyataan yang dirumuskan kedalam VISI DAN MISI GBHN sbb. :

VISI GBHN PERSFEKTIF 25 TAHUN :

“ Membangun (C)itra bangsa dan Negara yang disegani dalam kehidupan dunia berlandaskan (B)udaya dengan nilai, norma, wewenang dan ganjar sebagai sistem yang terpola untuk menuntun ke (A)rah kesiapan memasuki demokrasi yang sehat dalam seluruh aspek kehidupan dengan (T)ujuan mengangkat derajat manusia seutuhnya”

Untuk menyatukan kesamaan visi berbangsa dan bernegara agar dapat diaktualisasikan dalam sikap, maka diperlukan ukuran yang dipergunakan untuk menyatukan visi yang disebut CITRA, BUDAYA, ARAH dan TUJUAN, yang dapat menuntun kedalam kejelasan, intensitas dan kesatuan seperti yang dirumuskan dibawah ini :

CITRA dalam berbangsa dan bernegara, menunjukkan visi kita yang memiliki kredibilitas dalam mengkomunikasikan suasana hati dengan kepribadian Indonesia.

BUDAYA dalam berbangsa dan bernegara, menunjukkan visi kita berlandaskan nilai, norma, wewenang dan ganjar yang secara formal menjadi tuntunan dalam kehidupan.

ARAH dalam berbangsa dan bernegara, menunjukkan visi kita untuk melaksanakan demokrasi yang sehat sebagai alat untuk memperjuangkan keseimbangan kepentingan.

TUJUAN dalam berbangsa dan bernegara, menunjukkan visi kita dalam memanfaatkan “proses berpikir” untuk membangun secara terus menerus wujud manusia seutuhnya.

Keempat unsur tersebut menjadi peta perjalanan kita menuju arah persfektif sebagai sesuatu wawasan dan imajasinasi dalam kebersamaan bersikap agar komitmen berbangsa dan bernegara bukan sesuatu yang dipaksakan melainkan suatu kebutuhan.

MISI GBHN PERSFEKTIF 25 TAHUN :

Bertitik tolak dari pernyataan VISI sebagai peta perjalanan, maka diperlukan suatu sarana yang dapat dipergunakan dengan suatu pernyataan MISI GBHN sbb. :

“ Memanfaatkan proses berpikir untuk (M)emperhatikan dalam menggerakkan orang lain dengan (M)embimbing kebersamaan mewujudkan komitmen untuk memotivasi otak dan hati kedalam (A)nalisis strategik dalam mengantisipasi perubahan abad 21 untuk menjadi (E)kpresif dalam mengaktualisasikan kesiapan memasuki masyarakat pengetahuan”

Misi merupakan satu penyataan sarana untuk mengadakan perjalanan atau dengan kata lain, bagaimana kita harus melakukannya. Oleh karena itu, perilaku sebagai gaya pribadi dalam menjalankan peran utama yang sangat tergantung kepada tingkat kedewasaan pemanfaatan proses berpikir. Sejalan dengan pemikiran itu Misi dalam berbangsa dan bernegara terdapat empat unsur yang menentukan yang disebut MEMPERHATIKAN, MEMBIMBING, ANALLLITIS dan EKSPRESIF yang dapat menjadi penuntun kedalam kejelasan, intensitas dan kesatuan dalam merealisasikannya yaitu :

MEMPERHATIKAN dalam berbangsa dan bernegara, menunjukkan misi kita dalam menggerakkan orang lain dalam mencapai keseimbangan kepentingan yang dapat diterima semua pihak.

MEMBIMBING dalam berbangsa dan bernegara, menunjukkan misi kita dalam usaha-usaha mendorong bahwa komitmen harus tumbuh dan berkemang bukan sesuatu yang dipaksakan dari luar melainkan datang dari dalam diri sendiri.

ANALITIS dalam berbangsa dan bernegara, menunjukkan misi kita dalam pemanfaatan proses berpikir yang bersifat strategik peka dengan lingkungan yang selalu berubah sehingga diperlukan kesiapan melaksanakan antisipasi.

EKSPRESIF dalam berbangsa dan bernegara, menunjukkan misi kita kedalam pemberdayaan sumber daya manusia dalam kesiapan perubahan masyarakat industri ke informasi ke pengetahuan dalam dunia tanpa batas.

Keempat unsur tersebut menjadi sarana kita mengadakan perjalanan dalam mengaktualisasikan wawasan dan imajinasi menjadi suatu kenyataan dalam kebersamaan berperilaku sebagai suatu komitmen yang datang dari diri sendiri bagai setiap warga yang menjalankan peran.

Dengan memperhatikan VISI dan MISI dalam berbangsa dan bernegara, perlu diterjemahkan secara kualitatif tujuan yang hendak dicapai dalam persfektif 25 tahun kedepan sebagai arah yang hendak dituju.

Sejalan dengan pemikiran mencari bentuk kesamaan dalam revolusi berpikir agar kita dapat bersikap dan berperilaku tidak menyimpang dari pernyataan visi dan misi dalam berbangsa dan bernegara yang kita ungkapkan diatas, maka ia harus dipandang sebagai penuntun dalam proses kita berpikir agar arah yang dituju dan sarana yang kita siapkan sejalan dengan tuntutan perubahan itu sendiri, maka untuk mewujudkannya diperlukan rumusan-rumusan tujuan yang hendak dicapai.

TUJUAN-TUJUAN berbangsa dan bernegara merupakan jabaran dari Visi dan Misi yang telah ditetapkan dengan arah pembangunan yang hendak dicapai dalam kurun waktu 25 tahun secara kualitatif sebagai landasan untuk menggerakkan sumber daya yang tersedia secara maksimal, mencakup bidang pembangunan sebagai berikut :

EKONOMI :

  • Mengelola ekonomi makro dan mikro yang berorientasikan global dengan memanfaatkan kemajuan sistem teknologi informasi dalam menggerakkan sistem ekonomi kerakyatan kedalam usaha kecil, menengah dan koperasi kedalam kemiteraan dengan BUMN / BUMD dan BUMS.
  • Memaksimumkan pinjaman dalam negeri, dan pinjaman luar negeri untuk kegiatan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dengan meningkatkan nilai tambah ekonomi dalam seluruh aspek kegiatan ekonomi.
  • Memakimumkan penataan dan ketahanan dalam penyehatan anggaran pendapatan dan belanja Negara, nilai tukar uang, dunia perbankan, lembaga kuangan, ansuransi, pasar uang dan modal, dalam usaha-usaha kesetabilan dan pertumbuhan ekonomi.
  • Memaksimumkan investasi kedalam industri, perdagangan, pertanian, perikanan, perkebunan, peternakan, perumahan, pertambangan untuk mempertahankan dan memperluas lapangan kerja.
  • Memaksimumkan kemampuan pemerintah dalam melindungi usaha-usaha praktek monopoli terselubung yang sangat merugikan konumen dan UKM serta Koperasi.
  • Memaksimumkan kemampuan pemerintah dalam usaha-usaha untuk membangun infrastruktur dan pemanfaatan teknologi informasi dalam meningkatkan keunggulan bersaing.
  • Memaksimumkan kemampuan pemerintah dalam ketahanan pangan, pemanfaatan tanah, sumber energi dan tenaga listrik, untuk keadilan dan kemakmuran.
  • Memakisimumkan kemampuan pemerintah kedalam sistem yang terpadu dalam masalah perburuhan, perlindungan tenaga kerja, kesehatan, pengetasan kemiskinan, pendidikan.
  • Memaksimumkan kemampuan pemerintah dan pelaku ekonomi untuk memanfaatkan kemajuan IPTEK dalam inovasi produk dan jasa baru dalam lingkup kerja global dalam konsumen global, pengetahuan sebagai roduk global, korporasi global dan pekerjaan global.

SUMBER DAYA ALAM DAN LINGKUNGAN HIDUP :

  • Memaksimumkan kemampuan pemerintah dalam penataan satu sistem yang berkaitan dalam pengelolaan sumber daya alam yang sejalan dengan peran-peran pemerintah pusat, propinsi dan kabupaten.
  • Memaksimumkan kemampuan pmerintah dalam penataan satu sistem yang berkaitan dengan pembangunan dan lingkungan hidup.

POLITIK, AGAMA , PENDIDIKAN :

  • Memaksimumkan kemampuan pemerintah dalam penataan politik dalam negeri, hubungaesien luar negeri, penyelenggaraan Negara, komunikasi, infomasi dan media masa
  • Memaksimumkan kemampuan pemerintah dalam menuntun dan membangun keseimbangan dan kepentingan beragama dalam rangka menumbuh kembangkan manusia seutuhnya.
  • Memaksimumkan kemampuan pemerintah kedalam satu sistem pendidikan yang terpadu untuk pemberdayaan sumber daya manusia menjadi entrepreneur yang memiliki kompetensi sesuai dengan peran -peran yang akan dibutuhkan saat ini dan masa depan.
  • Memaksimumkan kemampuan pemerintah dalam membina dan mengembangkan etika profesi

HUKUM, PERTAHANAN DAN KEAMANAN :

  • Memaksimumkan kemampuan pemerintah dalam mengembangkan budaya hukum berlandaskan sistem hukum nasional yang terpadu dalam usaha menegakkan hukum secara konsisten berdasarkan intergritas moral dan profesional dalam penyelenggaraan proses peradilan secara cepat, mudah dan terbuka, serta bebas KKN.
  • Memaksimumkan kemampuan pemerintah untuk menata kedalam satu sistem yang terkait dengan pertahanan keamanan rakyat semesta yang bertumpu pada tentara national Indonesia.
  • Memaksimumkan kemampuan pemerintah untuk menata kedalam satu sistem peranan Kepolisian yang professional.

SOSIAL DAN BUDAYA :

  • Memaksimumkan kemampuan pemerintah untuk menata kedalam satu sistem yang berkaitan dengan kesehatan dan kesejahteraan sosial
  • Memaksimumkan kemampuan pemerintah untuk menata kedalam satu sistem yang berkaitan dengan kebudayaan, kesenian, dan pariwisata.
  • Memaksimumkan kemampuan pemerintah untuk menata kedalam satu sistem yeng berkaitan dengan kedudukan dan peranan perempuan.
  • Memaksimumkan kemampuan pemerintah untuk menata kedalam satu sistem yang berkaitan dengan pemuda dan olah raga.

PEMBANGUNAN DAERAH :

  • Memakimumkan kemampuan pemerintah untuk menata kedalam satu sistem yang berkaitan keseimbangan kepentingan antara pusat dan daerah kedalam perimbangan keuangn Negara.
  • Memaksimumkan kemampuan pemerintah untuk menata kedalam satu sistem yang berkaitan keseimbangan dalam pembangunan yang tidak memiliki potensi daerah.
  • Memaksimumkan kemampuan pemerintah untuk mendaya gunakan hubungan kerja antara pusat dan daerah.

Sejalan dengan pernyataan VISI dan MISI GBHN dalam kehidupan berbangsa dan bernegara maka untuk mewujudkannya menjadi suatu kenyataan yang diharakan, sehingga dalam bersikap dan berperilaku diperlukan adannya tuntunan yang kita sebut sebagai daya dorong untuk setiap orang dalam menggerakkan kekuatan pikiran.

Oleh karena itu, diperlukan Budaya Berbangsa dan Bernegara Indonesia yang dirumuskan secara formal kedalam Undang-undang sebagai payung untuk merumuskan hal-hal yang berkaitan dengan nilai, norma, wewenang dan ganjar pada setiap organisasi yang memberikan konstribusi dalam pmbangunan bangsa.

3. PELAKSANAAN

Diharapkan dengan model persfektif tersebut diatas yang telah disusun bersama dengan seluruh kekuatan orde reformasi dijadikan acuan untuk menilai calon Presiden dan wapres beserta tim ahli dalam merumuskan dan menjabarkannya kedalam Rencana Jangka Panjang 5 Tahun berdasarkan kemampuan berpikir analisa strategik dan analisa yang terkait dengan kekuatan dan kelemahan dilihat dari internal serta tantangan dan peluang dari eksternal yang sejalan dengan kebutuhan dengan sistem ekonomi dan demokrasi ekonomi ; pemberdayaan sumber daya manusia ; pemanfaatan sistem teknologi informasi dalam persiapan menuju masyarakat informasi ke masyarakat pengetahuan dalam memasuki dunia tanpa batas, dengan susunan pembangun yang mencakup :

  • Pembangunan Ekonomi
  • Pembangunan Sumber daya alam dan lngkungan hidup
  • Pembangunan Politik
  • Pembangunan Pendidikan
  • Pembangunan agama
  • Pembangunan Hukum
  • Pembangunan Pertahanan dan Keamanan
  • Pembangunan Sosial dan Budaya
  • Pembangunan Daerah.
  • Prioritas dan fokus dalam pembangunan

Rencana pembangunan lima tahun tersebut harus dengan kejelasan mengenai :

  • Sasaran-sasaran yang hendak dicapai secara kuantitatip da kualitatp.
  • Strategi-strategi utama yang hendak di jalankan
  • Rumusan kebijaksanaan untuk melaksanakan strategi yang ditetapkan
  • Program kerja yang hendak dilaksanakan.
  • Kreteria keberhasilan
  • Anggaran sumber dan penggunan pembiayaan
  • Struktur kabinet harus dibangun atas dasar efesiensi, efektif dan berkualitas sesuai dengan tuntutan pembaharuan kedalam menteri koordinator, menteri departemen dan menteri negara berjumlah 15 -20 peran, fungsi, tugas, pekerjaan dan kerja.
  • Sumber pembiayaan untuk kegiatan operasi kementerian dan lembaga tidak boleh dari sumber yanng diperoleh dari pinjaman dalam dan atau luar negeri.
  • Pinjaman hanya diperuntukkan untuk pembangunan investasi yang berdampak meningkatkan nilai tambah.
  • Keberanian untuk menumbuh kembangkan kemampuan kreatif individu dan kelompok serta inovasi organisasi bangsa sendiri untuk memberikan daya dorong penggunaan produk dalam negeri.
  • Kepemimpinan dan keteladanan yang dapat mempengaruhi perubahan sikap dan perilaku pengikut serta orang-orang yang ada disekitarnya apa arti keberadaan mereka dalam berbangsa dan bernegara dan oleh karena itu diperlukan kreteria yang jelas secara kualitatif dan kuantitatif dalam pemilihan setiap peran.

Berdasarkan GBHN REPELITA, selanjutnya dirinci kedalam Rencana Pembangunan Tahunan (REPETA) yang akan memperici kegiatan kedalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

4. KESIMPULAN

GBHN dalam persfektif 25 tahun dirumuskan dari pemikiran intuitif mengenai VISI, MISI, TUJUAN dan BUDAYA untuk memberikan arah masa depan sebagai peta perjalanan untuk menuntun dalam bersikap dan berperilaku.

GBHN REPELITA disusun oleh Calon Presiden berdasarkan GBHN PERSFEKTIF dari pemikiran jangka panjang atas analisis strategic dan analisis SWOT untuk memberikan arah posisi lima tahun kedepan

GBHN REPETA disusun berdasarkan pemikiran rencana jangka pendek untuk memberikan arah kinerja tahunan dengan mencantumkan asumsi-asumsi yang dapat dipergunakan serta dapat dipertanggungjawabkan.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s