Vision: Decision Making Analysis for Leaders


Abstrak
Analytic Hierarchy Process (AHP) merupakan suatu model pendekatan yang memberikan kesempatan bagi setiap individu atau kelompok untuk membangun gagasan-gagasan atau ide-ide dan mendefinisikan persoalan-persoalan yang ada dengan cara membuat asumsi-asumsi dan selanjutnya mendapatkan pemecahan yang diinginkannya. Pada saat ini AHP telah digunakan secara luas dalam perencanaan perusahaan, pemilihan investasi, analisa biaya, bahkan untuk kebutuhan militer. VISION merupakan tool berbasis AHP dan akan memudahkan proses pengambilan keputusan, dan juga untuk mengetahui level ketidakkonsistensian yang dimiliki dalam proses tersebut sehingga akan memberikan kemudahan juga untuk memperbaiki analisa keputusan yang dibuat. VISION dapat meningkatkan kepahaman terhadap satu permasalahan dengan baik, sehingga user lainnya memungkinkan untuk mempelajari satu permasalahan tersebut dengan baik pula dan akhirnya menumbuhkan berbagi pengetahuan untuk menangani permasalahan bersama .

Katakunci: Analytic Hierarchy Process, Decicion Making Analysis

1. PENDAHULUAN

Setiap dari kita memahami bahwa dunia merupakan sistem yang sangat kompleks, dan merupakan keterikatan atau integrasi dari beberapa sistem yang juga kompleks, seperti sistem politik, militer, pendidikan, ekonomi dsb; satu sistem tidak bisa terlepas dari sistem yang lainnya, sebagai contoh tidak mungkin mempunyai sistem pendidikan yang baik kecuali mempunyai sistem perekonomian yang baik juga atau bahkan harus mempunyai sistem teknologi yang tepat dan begitupun sebaliknya.

Permasalahan yang muncul merupakan keterikatan yang sangat erat diantara sistem-sistem tersebut, sehingga mendorong kita semua untuk bisa memetakan persoalan dan menetapkan prioritasnya dengan baik dan terstruktur, sehingga langkah-langkah solusi dapat dilaksanakan. Tetapi kebanyakan orang berpikir bahwa untuk bisa menangani persoalan yang mempunyai kompleksitas tinggi, harus juga mempunyai cara berpikir yang rumit. Pandangan seperti ini tidak benar karena pendekatan tersebut jelas tidak akan dipahami banyak orang, dan juga akan sulit menjelaskan prioritas-prioritasnya.

Penyelesaian masalah tersebut dapat dilaksanakan melalui multi-criteria methods. Salah satu metoda yang sangat populer adalah Analytic Hierarchy Process (AHP), dan telah banyak diterapkan dalam macam-macam aplikasi. Metoda multi-criteria lainnya seperti scoring and rangking techniques , multi-attribute value analysis (MAVA), multi-attribute utility analysis (MAUA), dan simple multi-attribute rating technique (SMART), telah juga dipergunakan untuk penyelesaian masalah (1) .

Tulisan ini akan menjelaskan pendekatan yang cukup populer untuk mendukung analisa proses pengambilan keputusan, Analytic Hierarchy Process (AHP), dan disamping itu juga menjelaskan perangkat lunak VISION yang memanfaatkan pendekatan AHP.

2 CARA BERPIKIR ANALITIK

Untuk dapat menyelesaikan persoalan yang kompleks dan memberikan keputusan-keputusan efektif, maka diperlukan tiga prinsip berpikir analitik yaitu (2) :

  • Menyusun Hierarki . Untuk memperoleh informasi yang lengkap, maka kita harus mampu menyusun realitas atau persoalan yang kompleks ke dalam elemen-elemen yang mempengaruhinya, selanjutnya elemen-elemen tersebut juga disusun dari elemen-elemen yang lebih kecil, dan seterusnya, sehingga membentuk hierarki. Untuk mampu menyusun hierarki dari satu persoalan dengan baik, biasanya orang melakukan brainstorming dahulu sehingga akan terkumpul elemen-elemen tersebut, selanjutnya dipilih secara baik dan membentuk hierarki tersebut.
  • Menentukan Prioritas . Setelah menyusun hierarki, selanjutnya kita membandingkan elemen-elemen tersebut satu sama lain yang mempunyai hubungan, melalui perbandingan skala yang dikembangkan di AHP, maka akhirnya terbentuk urutan-urutan prioritas terhadap persoalan tersebut. Dari hasil urutan tersebut, kita akan mempunyai pandangan yag logis dan mampu mengambil keputusan-keputusan yang efektif dan logis.
  • Konsistensi Logis . Setiap hierarki yang dibangun akan memberikan perhitungan konsistensi logis yang dimiliki oleh setiap orang. Sehingga hierarki dapat dipergunakan untuk memperlihatkan kekonsistensian seseorang dalam menghadapi persoalan, dan memberikan solusi-solusinya.

3. ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (AHP)

Analytic Hierarchy Process (AHP) merupakan suatu model pendekatan yang memberikan kesempatan bagi setiap individu atau kelompok untuk membangun gagasan-gagasan atau ide-ide dan mendefinisikan persoalan-persoalan yang ada dengan cara membuat asumsi-asumsi dan selanjutnya mendapatkan pemecahan yang diinginkannya.

AHP ini bergantung kepada imajinasi, pengalaman dan pengetahuan untuk mampu menyusun hierarki suatu persoalan, dan juga untuk memberikan pertimbangan-pertimbangannya. AHP memperlihatkan hubungan-hubungan elemen-elemen tertentu terhadap puncaknya, dan juga cabang-cabang elemen tertentu terhadap elemen tersebut, sehingga membentuk diagram pohon yang beranting.

Untuk mampu mendefinisikan suatu persoalan yang cukup kompleks, maka AHP ini harus terus dicoba berulang-ulang, karena kita sendiri sulit mengharapkan pemecahan masalah dalam waktu dekat dan segera atas persoalan tersebut. Pada saat ini AHP telah digunakan secara luas dalam perencanaan perusahaan, pemilihan investasi, analisa biaya, bahkan untuk kebutuhan militer. Di bawah ini beberapa keuntungan AHP (2) :

  • AHP memberikan satu model yang mudah dimengerti, luwes untuk macam-macam persoalan yang tidak terstruktur.
  • AHP mencerminkan cara berpikir alami untuk memilah-milah elemen-elemen dari satu sistem ke dalam berbagai tingkat berlainan dan mengelompokkan unsur yang serupa dalam setiap tingkat.
  • AHP memberikan suatu skala pengukuran dan memberikan metoda untuk menetapkan prioritas.
  • AHP memberikan penilaian terhadap konsistensi logis dari pertimbangan-pertimbangan yang digunakan dalam menentukan prioritas.
  • AHP menuntun ke suatu pandangan menyeluruh terhadap alternatif-alternatif yang muncul untuk persoalan yang dihadapi
  • AHP memberikan satu sarana untuk penilaian yang tidak dipaksakan tetapi merupakan penilaian yang sesuai pandangannya masing-masing.
  • AHP memungkinkan setiap orang atau kelompok untuk mempertajam kemampuan logik dan intuisinya terhadap persoalan yang dipetakan melalui AHP.

Terdapat empat tahap digunakan untuk menyelesaikan sebuah masalah dengan metodologi AHP (3) :

  • Membangun penyajian hirarki dari permasalahan. Posisi puncak dari hirarki merupakan sasaran atau goal yang akan dicapai, sedangkan keputusan alterntif-alternatif berada di paling bawah dari hirarki tersebut.
  • Menghasilkan nilai-nilai perbandingkan dari elemen-elemen yang ada di hierarki tersebut. Tahap ini memerlukan analis (pengambil keputusan) untuk membuat perbandingan-perbandingan dari elemen-elemen dari setiap level terhadap level yang lebih tingginya. Skala yang dipergunakan AHP untuk membandingkan dua elemen, misalkan A dan B, terhadap sebuah atribut U, yaitu:

1- A mempunyai kepentingan yang sama dengan B terhadap U

3- A mempunyai lebih kepentingan sedikit dibandingkan B terhadap U

5- A mempunyai lebih kepentingan dibandingkan B terhadap U

7- A mempunyai lebih banyak kepentingan dibandingkan B terhadap U

9- A mendominasi kepentingan daripada B terhadap U

2, 4, 6, 8 merupakan nilai yang berada di antaranya

  • Melakukan perhitungan melalui metoda eigenvalue (pendekatan matematika yang digunakan AHP (4) ) untuk menentukan prioritas-prioritas relatif dari setiap elemen di setiap level hierarki.
  • Menampilkan urutan-urutan prioritas dari seluruh alternatif solusi penyelesaian masalah terhadap goal yang hendak dicapai.

4. VISION

VISION merupakan perangkat lunak pendukung proses pengambilan keputusan berbasiskan metoda AHP. VISION akan memudahkan proses pengambilan keputusan, dan juga untuk mengetahui level ketidakkonsistensian yang dimiliki dalam proses tersebut sehingga akan memberikan kemudahan juga untuk memperbaiki analisa keputusan yang dibuat. VISION dapat meningkatkan kepahaman terhadap satu permasalahan dengan baik, sehingga user lainnya memungkinkan untuk mempelajari satu permasalahan tersebut dengan baik pula dan akhirnya menumbuhkan berbagi pengetahuan untuk menangani permasalahan bersama.

VISION dapat dipergunakan untuk keputusan-keputusan yang berhubungan dengan proses bisnis, seperti :

  • Keputusan memilih peralatan
  • Keputusan memilih kandidat SDM
  • Keputusan mengalokasikan sumber untuk R&D
  • Keputusan mengevaluasi divisi perusahaan
  • Keputusan mengevaluasi Benefits/Cost dari projek
  • Keputusan bagian yang akan dibenchmark
  • Keputusan menyusun visi dan strategi perusahaan
  • Keputusan menangani konplik

Di bawah ini merupakan fitur-fitur utama VISION :

  • Hierarchy View . Hierarchy View merupakan fasilitas untuk mengelola dan menampilkan hierarki goal dan kriteria berserta nilai-nilai lokal dan globalnya. Sehingga fitur ini memberikan kemudahan bagi user untuk melakukan proses perbandingan sesuai levelnya, dan memudahkan user untuk mengetahui nilai-nilai relatif terhadap satu level yang sama dan terhadap goal secara keseluruhan.

Gambar 1. Hierarchy View

  • Manajemen Brainstorming . Brainstorming merupakan fasilitas yang cukup penting untuk menyusun hierarki kriteria. Dengan adanya fasilitas ini, user akan mudah untuk mengeksplorasi seluruh kriteria-kriteria yang kemungkinan berhubungan dengan proses pengambilan keputusan yang akan dicapai.

Gambar 2. Brainstorming Module

  • Perbandingan Kriteria . Kriteria-kriteria yang berada dalam satu level untuk GOAL atau kriteria yang lebih tinggi perlu dibandingkan satu sama lain untuk mendapatkan nilai relatif dari setiap kriteria tersebut. VISION mempunyai dua model interface perbandingan yaitu perbandingan satu-satu dan perbandingan kriteria dalam satu halaman. Perbandingkan dalam satu halaman dapat dipergunakan untuk mengevaluasi proses perbandingan tersebut, VISION menyediakan fasilitas cetak untuk perbandingan tersebut.

Gambar 3. Perbandingan Kriteria Satu-ke-Satu

Gambar 4. Perbandingan Kriteria Satu Halaman

  • Analisa Inconsistency dan Priorities List . Perbandingan kriteria-kriteria dalam AHP model akan menghasilkan daftar nilai relatif dari setiap kriteria mulai dari yang terbesar ke terkecil dan nilai ketidakkonsistensian perbandingan yang dilakukan. Nilai-nilai tersebut akan memudahkan proses pertejemahan pada proses pengambilan keputusan.

Gambar 5. Analisa Konsistensi dan Daftar Prioritas

5. KESIMPULAN DAN RISET LANJUTAN

VISION merupakan perangkat lunak berbasis metoda AHP untuk mendukung proses pengambilan keputusan secara sistematik dan cepat. Dan tentunya VISION akan memudahkan pimpinan perusahaan / organisasi melakukan evaluasi terhadap proses pengambilan keputusan yang dilakukan, sehingga setiap orang dapat memperbaiki keputusan yang sudah dibuat.

Diagramming dan integrasi AHP dengan metoda lainnya merupakan kajian yang menarik untuk dilaksanakan, sehingga pendekatan yang diterapkan tidak hanya bergantung pada satu metoda tetapi akan dapat memanfaatkan kelebihan-kelebihan yang tidak dimiliki oleh AHP.

DAFTAR PUSTAKA

  • C.S. Yap, K.S. Raman dan C.M. Leong, “Methods for Information System Project Selection: An Experimental Study of AHP and SMART”, IEEE, 1992.
  • Thomas L. Saaty, “Decision Making for Leaders”, RWS Publications, 1988.
  • Les Frair, Jessica O. Matson, dan Jack E. Matson, “An Undergraduate Curriculum Evaluation with the Analytic Hierarchy Process”, IEEE, 1998.
  • Thomas L. Saaty, “The Analytic Hierarchy Process”, RWS Publications, 1988.

RIWAYAT PENULIS

Mohamad Haitan Rachman lahir di kota Bandung tanggal 2 Agustus 1966. Sedang mengikuti pendidikan S3 dalam bidang Knowledge Management di Multimedia University (MMU), Cyberjaya Malaysia . Saat ini sedang memimpin perusahaan yang bergerak dalam bidang manajemen dan IT, PT Multiforma Sarana Consultant, Bandung . Dapat dikontak melalui email haitan.rachman@gmail.com

One thought on “Vision: Decision Making Analysis for Leaders

  1. Pak RAhman, saya orang yang ingin belajar tentang ahp, swot, dan lgp. saya mahasiswa s3 di ipb bogor.
    ketika saya buka internet, maka saya senang sekali menemukan adanya tulisan tentang ahp.
    terima kasih pak RAhman, jika ada sumbang saran atau tulisan/artikel yang lain tentang topik ini akan sangat bermanfaat bagi saya yang baru mengenal teknik analisis ini.
    saya belum bisa mengomentari tulisan bapak dulu karena saya mau pelajari dulu, sory yaa..
    salam dari kota hujan bogor

    Pak Karnan,

    Kita dapat berbagi untuk peningkatan pengetahuan kita dan yang lainnya. Mudah-mudahan tercapai apa yang diharapkan oleh Bapak. Kami berharap ilmu tersebut dapat berkembang di Indonesia.

    Salam kenal juga.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s