Posted in Activity/Event | Tagged KM, Knowledge Management | Comments Off
Pendahuluan
Pada pertengahan tahun 1980-an, banyak individu dan organisasi mulai tertarik pada peran yang terus meningkat dari pengetahuan untuk dapat bertahan dalam lingkungan yang sangat kompetitif. Persaingan bebas dan internasional telah merubah dengan cepat bagi perusahaan untuk secara serius menekankan pada kualitas, tanggapan, keberagaman dan kustomisasi produk dan jasa. Dan dalam survey 1989, beberapa CEO perusahaan yang termasuk dalam Fortune 50 setuju bahwa pengetahuan merupakan faktor yang sangat fundamental yang berada dibalik keberhasilan perusahaan dan semua aktifitasnya. Mereka mempunyai anggapan bahwa kemampuan perusahaan untuk berkompetisi bergantung pada kualitas aset pengetahuan dan kemampuan pemanfaatannya dengan sempurna. Oleh karena itu banyak perusahaan-perusahaan besar dengan serius mencari cara untuk membangun dan mendapatkan nilai dari aset pengetahuan yang ada di dalam perusahaan mereka itu.
Knowledge Management (KM) merupakan langkah strategis bagi setiap perusahaan untuk mampu memanfaatkan aset pengetahuan. Dan artikel ini menjelaskan KM yang berbasiskan pada direktori kompetensi, sehingga setiap perusahaan akan lebih mampu memahami secara jelas terhadap pengetahuan yang diperlukan untuk mendukung satu kompetensi yang disyaratkan untuk satu pekerjaan tertentu di perusahaan / organisasi. Dan melalui artikel ini juga, perusahaan / organisasi akan memahami bahwa penerapan KM yang didukung sistem yang berbasiskan pada pendekatan direktori kompetensi akan sangat membantu penerapan KM secara sistematik.
Posted in Human Resource Management, Knowledge Management | Tagged KM, Knowledge Management, Competency Management, Manajemen Kompetensi | 3 Comments »
Posted in Activity/Event | Tagged KM, Knowledge Management, Competency Management, Manajemen Kompetensi | 2 Comments »
Mengikuti dan menyampaikan presentasi Knowledge Management di KMICE-2004 Penang, Malaysia.

Posted in Activity/Event | Comments Off
Presented: Knowledge Management International Conference and Exhibition (KMCIE 2004), Penang, Malaysia
ABSTRACT
The quality of learning process in a traditional classroom is dependent on the activity level of students and teacher that are involved, also on more complex factors, such as different background of students, keeping up-to-date with new knowledge or information, experiences, and tasks. Knowledge management can be applied to handle learning process in a traditional classroom and improve the knowledge communication and sharing processes. This paper proposes a model of knowledge management system (KMS) that is merged into OASIS, to enhance knowledge communication and sharing process in a traditional classroom.
Keywords: Knowledge Management, Learning Process, Information Management
Posted in E-Learning, Knowledge Management | Tagged KM, Knowledge Management, Competency Management, Manajemen Kompetensi | Comments Off
“We believe that the future belongs to companies that can take the best of the East and the West and start building a universal model to create new knowledge within their organizations.” (I. Nonaka and H. Takeuchi)
Pembaca
Artikel ini diperuntukkan bagi para pimpinan organisasi/perusahaan yang berkeinginan mempelajari bagaimana memanfaatkan Knowledge Management (KM) ke dalam organisasi/perusahaan mereka sendiri. Bidang ini merupakan bidang yang akan banyak diminati oleh para eksekutive senior, pimpinan teknik begitupun juga oleh para manajer pelatihan atau personalia. Disamping itu juga, artikel ini sangat cocok bagi siapa saja yang tertarik dalam intellectual capital, pengembangan organisasi, perencanaan suksesi, pemodelan kompetensi.
Pendahuluan
Pada pertengahan tahun 1980-an, banyak individu dan organisasi mulai tertarik pada peran yang terus meningkat dari pengetahuan untuk dapat bertahan dalam lingkungan yang sangat kompetitif. Persaingan bebas dan internasional telah merubah dengan cepat bagi perusahaan untuk secara serius menekankan pada kualitas, tanggapan, keberagaman dan kustomisasi produk dan jasa. Dan dalam survey 1989, beberapa CEO perusahaan yang termasuk dalam Fortune 50 setuju bahwa pengetahuan merupakan faktor yang sangat fundamental yang berada dibalik keberhasilan perusahaan dan semua aktifitasnya. Mereka mempunyai anggapan bahwa kemampuan perusahaan untuk berkompetisi bergantung pada kualitas aset pengetahuan dan kemampuan pemanfaatannya dengan sempurna. Oleh karena itu banyak perusahaan-perusahaan besar dengan serius mencari cara untuk membangun dan mendapatkan nilai dari aset pengetahuan yang ada di dalam perusahaan mereka itu.
Knowledge Management (KM) merupakan langkah strategis bagi setiap perusahaan untuk mampu memanfaatkan aset pengetahuan. Dan artikel ini menjelaskan KM yang berbasiskan pada direktori kompetensi, sehingga setiap perusahaan akan lebih mampu memahami secara jelas terhadap pengetahuan yang diperlukan untuk mendukung satu kompetensi yang disyaratkan untuk satu pekerjaan tertentu di perusahaan/organisasi. Dan melalui artikel ini juga, perusahaan/organisasi akan memahami bahwa penerapan KM yang didukung sistem yang berbasiskan pada pendekatan direktori kompetensi akan sangat membantu penerapan KM secara sistematik.
Posted in Human Resource Management, Knowledge Management | Tagged KM, Knowledge Management, Competency Management, Manajemen Kompetensi | 2 Comments »
Pendahuluan Indonesia berkeinginan membangun sebuah masyarakat yang “modern dan demokratis” berdasarkan pada moralitas dan integritas yang berdasarkan pada nilai-nilai luhur yang tertuang dalam cita-cita bangsa Indonesia . Cita-cita satu bangsa, termasuk Indonesia , bergantung pada kemajuan dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) bangsa itu sendiri. Tidak mungkin bangsa Indonesia mengalami kemajuan yang cepat dan dapat bersaing dalam era persaingan bebas dan global seperti sekarang ini, tanpa mempunyai strategi dan perencanaan yang jelas terhadap SDMnya sendiri. Dan sebenarnya yang perlu dipahami secara baik adalah kemajuan dan kualitas tersebut sangat bergantung pada pola penyebaran dan pengadopsian pengetahuan yang ada, dan juga mampu mengembangkan atau menciptakan pengetahuan baru untuk membentuk kemajuan di masa depan.
Lembaga pendidikan merupakan satu lembaga yang mempunyai peran yang sangat penting dalam proses penyebaran dan pengadopsian pengetahuan untuk mendukung peningkatan kualitas dan pemberdayaan SDM tersebut. Oleh karena itu, lembaga pendidikan harus sudah mulai menyadari, memahami, memanfaatkan, menyebarkan dan menciptakan pengetahuan melalui konsep atau metodologi yang terus berkembang pada saat yaitu Knowledge Management (KM).
Knowledge Management (KM) merupakan langkah strategis bagi setiap lembaga pendidikan untuk mendorong peningkatan kualitas dan pemberdayaan SDM secara lebih sistematis. Teknologi Internet yang mudah diakses merupakan fasilitas yang sangat mendukung untuk tujuan tersebut, oleh karena itu tulisan ini memberikan satu kerangka, Knowledge Networks (KNs) yang dapat dijadikan sebagai sarana penyebaran dan pengadopsian pengetahuan yang lebih terbuka dan terpadu untuk lembaga pendidikan. Knowledge Networks (KNs) merupakan sistem Knowledge Management (KM) berbasis Internet. Sebelum menjelaskan kerangka tersebut, perlu dijelaskan beberapa hal yang berhubungan dengan Knowledge Management (KM).
Posted in E-Learning, Knowledge Management | Comments Off
Tulisan idea untuk penerapan Knowledge Management secara lebih terbuka di lingkungan sekolah atau masyarakat.
Pendahuluan
Indonesia berkeinginan membangun sebuah masyarakat yang “modern dan beradab” berdasarkan pada moralitas dan integritas yang berdasarkan pada nilai-nilai luhur yang tertuang dalam cita-cita bangsa Indonesia . Cita-cita satu bangsa, termasuk Indonesia , bergantung pada kemajuan dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) bangsa itu sendiri. Tidak mungkin bangsa Indonesia mengalami kemajuan yang cepat dan dapat bersaing dalam era persaingan bebas dan global seperti sekarang ini, tanpa mempunyai strategi dan perencanaan yang jelas terhadap SDMnya sendiri.
Dan sebenarnya yang perlu dipahami secara baik adalah kemajuan dan kualitas SDM tersebut sangat bergantung pada pola penyebaran dan pengadopsian pengetahuan yang ada, dan juga mampu mengembangkan atau menciptakan pengetahuan baru untuk membentuk kemajuan di masa depan. Tanpa adanya pola penyebaran, pengadopsian, pengembangan dan penciptaan pengetahuan yang sistematik, maka kemajuan yang diperoleh dalam pengembangan SDM tersebut akan tetap berada di bawah negara-negara yang mempunyai kemajuan dalam memahami proses-proses pengetahuan itu sendiri.
Posted in E-Learning, Knowledge Management | Comments Off

